아주 아주 아주 좋아 ^^
재미있는 원숭이는 여기 그냥 판매에 사고 싶은 : '(
흠 ...
못생긴 원숭이 누가 그래?
원숭이 웃기
하지만 그는 또한 똑똑한 인간처럼 보였다
이를 위해 스마트 검색
그는 나의 남자 친구와 닮았 때문에 원숭이처럼 :) 그래, 내 여자 친구
하하 재미
아주 아주 아주 좋아 ^^
Diposting oleh cici amaliah ali usman di 04.22 0 komentar
Diposting oleh cici amaliah ali usman di 23.01 0 komentar
Diposting oleh cici amaliah ali usman di 16.58 0 komentar
malam bloges
senin depan gue udah final buat blok kardio, harusnya sih hari ini waktunya belajar tapi hujan membuat mood untuk tidur gue bertambah ! pengennya tidur mulu' :p
gak sabar deeh blok ini slesai, insya allah kalo misalnya lulus dapet hadiah dari papa. pengennya sih liburan ke korea tapi.. hmmm terlalu labil sih tapi skrng gue juga mulai terserang demam film korea hihi
pengenn ngapain dikorea ?
hmm pengen ngapa2in ! terserah ngapain gak peduli pokoknya udah ke korea hihi :D kalo bisa sih ketemu yonghwa tapi kalo gak bisa minimal udah ke kampung sang kekasih
liburan ini kaya nya bakalan sangat panjang buat gue, kalo cuman dihabisin dikampung papa hmm sayang rasanyya. tapi takut juga naik pesawat soalnya lagi musim hujan. gak musim ujan aja gue takut -__-"
kalo ada yang punya saran dimana tempat liburan yang bagus mohon bantuannya yaaa soalnya masih galau banget !
assalamualaikum :)
Diposting oleh cici amaliah ali usman di 05.05 0 komentar
Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk
mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada
sebuah cangkir yang cantik.
“Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya.
“Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,”ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara
“Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya
tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah
seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang
pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.”
“Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop !
Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “Belum !” lalu ia mulai
menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi
orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan
lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas !
Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini
berkata “belum !”
“Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku
sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai
mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.
Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria
dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!
Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak
sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus
membakarku.
“Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin. Setelah
benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan
aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir
tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu
cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna
tatkala kulihat diriku.
Renungan :
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentukkita,
tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, danbanyak air mata.
Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya
menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.
“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam
berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita
menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah
yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan
suatu apapun.”
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena
Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan
tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa
cantiknya Tuhan membentuk aku.
Diposting oleh cici amaliah ali usman di 06.15 0 komentar
Diposting oleh cici amaliah ali usman di 05.06 0 komentar